Konferensi
Internasional ke 3 dalam Karakterisasi dan Pemrosesan Bahan (ICMPC 2014)
Analisa Getaran Bebas
dari Kerangka Transmisi Truk berdasarkan FEA
Ashwani
Kumar, Himanshu Jaiswal, Avichal Pandey, Pravin P Patil
Departemen Teknik Mesin
Mekanik
Universitas Graphic
Era, Dehradun, India 248002
1. Abstraksi
Kerangka
transmisi melindungi komponen-komponen gearbox. Ini memberikan rumah cairan
yang rapat untuk menahan pelumas dan memberikan dukungan untuk menggerakkan
komponen. Transmisi perumahan atau kegagalan rumah roda gigi (gearbox) adalah
masalah utama bagi kendaraan pabrikan. Kebisingan dan getaran adalah alasan
utama kegagalan. Sehingga hal itu diperlukan untuk mengurangi tingkat
kebisingan dan getaran. Dalam mencegah kegagalan dari frekuensi alami dan
bentuk modus alam perlu diketahui. Pada penulisan ini, analisis getaran dari
rumah transmisi telah dilakukan dengan simulasi elemen hingga, menggunakan
aplikasi ANSYS 14.5. Pola getaran untuk 20 mode pertama telah dipelajari.
Analisa menunjukkan bahwa frekuensi alami dari getaran bervariasi dari 1306.3
Hz sampai dengan 3879 Hz. Eksitasi eksternal (rangsangan dari luar) dalam
kerangka transmisi harus dihilangkan untuk mencegah keretakan pada kerangka.
Alasan dari keretakan yaitu pencocokan dari frekuensi rangsangan luar ke
frekuensi alami dari kerangka transmisi. Rancangan kerangka transmisi merupakan
proses yang rumit. Rancangan kerangka transmisi telah dilakukan dengan
menggunakan aplikasi Solid Edge dan model diimpor ke dalam ANSYS 14.5 (aplikasi
berbasis FEM) untuk analisa getaran.
2. Perkenalan
Sebuah
gearbox merupakan kombinasi dari banyak roda gigi yang digunakan untuk
mengirimkan energi melalui bagian yang berbeda dari kendaraan. Fungsinya serupa
dengan meningkatkan torsi yang sekaligus mengurangi kecepatan.
Rumah
gearbox sering digunakan secara bergantian dengan rumah atau kerangka
transmisi. Kerangka merupakan sistem yang rumit untuk perancangan dan analisa.
Hal itu karena terdiri dari berbagai jenis peralatan dan peralatan lengkap yang
menyebabkan getaran dan suara bising yang berlebihan.
Transmisi
mobil otomatis terdiri dari beberapa roda gigi untuk meningkatkan torsi
sekaligus menurunkan kecepatan. Otomatis, manual dan variabel berkelanjutan
merupakan tiga tipe transmisi yang digunakan dalam mobil otomatis. Transmisi
manual merupakan rakitan gearbox yang sederhana. Transmisi manual memiliki 2
tipe yaitu hubungan geser dan hubungan konstan. Dalam transmisi manual, semua
kebutuhan ditangani oleh pengemudi dan kecepatan mesin sesuai jalan yang
berubah-ubah. Jika pergeseran gigi tidak tepat waktu, bentrokan mungkin terjadi.
Bentrokan tersebut menghasilkan kebisingan besar selama tabrakan antar gigi
gear dan tabrakan ini menyebabkan kegagalan transmisi. Sedangkan pada transmisi
otomatis dan variabel berkelanjutan kurang interaksi pengemudi. Dalam
transmisi, daya yang ditransmisikan dalam urutan ini - mesin, kopling, gearbox,
poros prop, diferensial, poros bagian, hub dan ban. Selama daya ditransmisikan
terdapat kendali yang kendur dan itu mungkin saja yang menyebabkan getaran
tinggi yang dikenal juga sebagai goncangan transmisi. Itulah alasan utama bahwa
perakitan gearbox dan kerangka gagal.
3. Model CAD
Model
kerangka transmisi telah dibangun menggunakan aplikasi Solid Edge (2006).
Aplikasi CAD, SOLID EDGE memiliki peralatan pembentukan (modeling) yang bagus,
Oleh karena itu aplikasi ini dipilih untuk model yang solid dari kerangka
transmisi. Model CAD ditunjukkan pada gambar 1. Untuk analisa getaran bebas
dari berkas model padat IGES, diimpor ke aplikasi ANSYS 14.5 (2013). Gambar 2
menunjukkan model terhubung dari kerangka transmisi. ANSYS 14.5 memberikan
fasilitas penghubungan (meshing) berkualitas tinggi. Model terhubung terdiri
dari 2,52,786 titik dan 1,56,307 elemen. Elemen tetrahedral linear digunakan
untuk proses meshing.
Gbr 1. Model utuh CAD kerangka transmisi
Gbr 2. Model kerangka transmisi yang telah di-mesh dalam
ANSYS 14.5
4. Sifat Bahan
Geometri
kompleks dari kerangka transmisi dianalisa menggunakan kondisi batas tetap. Kerangka
transmisi dihubungkan dalam bingkai truk dengan baut. Kondisi tetap diterapkan
dengan membatasi perpindahan nodal. Besi cor kelabu memiliki sifat redam dan
selama bertahun-tahun telah digunakan sebagai bahan baku utama untuk kerangka.
Kerangka memiliki dua bagian yang dikenal sebagai simestris tengah bawah dan
atas sumbu poros. Sifat mekanik (elastis, modulus, rasio poisson dan kepadatan)
diperlukan untuk analisa getaran bebas. Besi cor kelabu, kelas FG 260 sifat
material yang dipilih untuk studi kerangka transmisi memiliki modulus elastis
-1.28x10 Pa, rasio poisson -0.26, kepadatan -7200 kg/m3. The Metals Databook
(2008).
5. Hasil dan Diskusi
FE
kode-ANSYS 14.5 digunakan untuk menemukan frekuensi alami dan bentuk modus dari
kerangka transmisi. Silmulasi dilakukan untuk gerak tetap yang didukung kondisi
batas. Kebebasan beban dipilih oleh ANSYS itu sendiri. Aplikasi ANSYS 14.5
berdasarkan FEM memberikan 20 frekuensi alami pertama dan bentuk modus (Tabel
1). Aplikasi ANSYS memiliki kemampuan analisis yang baik. Hal ini digunakan
untuk struktural, termal, magnetik, analisis getaran. Hasilnya terdiri dari
tekanan, tegangan, modus dan sebagainya yang disediakan oleh ANSYS. 20 mode
getaran pertama dari transmisi ditunjukkan dalam gambar 3. Dari gambar 3.1, 3
dan 5 mode merupakan getaran torsional. Getaran torsional ini dilakukan pada
sisi kanan tunggal dalam kerangka transmisi. Mode 8, 10 dan 12 merupakan
getaran lentur aksial. Dalam getaran lentur aksial, badan transmisi mencoba
untuk membengkokkan dari garis pusat gambar 3. Mode 14 dan 17 merupakan getaran
torsional. Mode 18 dan 20 merupakan getaran lentur aksial dengan getaran
torsional. Kedua lentur aksial dan getaran vibrasi terjadi di bagian atas dan
bawah. Dimana, baut menjadi kendur dan gagal, kerangka transmisi akan bergetar
kencang dan sistem transmisi akan hancur.
Gbr 3. 10 bentuk mode berbeda dari kerangka transmisi
Tabel 1. Jumlah modus dan frekuensi alami yang sesuai
6. Kesimpulan
Hal ini
dinyatakan bahwa rangsang getaran yang besar merupakan alasan utama kerangka
transmisi gagal. Hasil analisa menunjukkan bahwa kerangka transmisi dikenakan
getaran lentur aksial, getaran torsional dan lentur aksial dengan getaran
torsional. Gerak kerangka transmisi dibatasi oleh batas perpindahan dari lubang
baut. Aplikasi ANSYS 14.5 memiliki kemampuan analisis yang kuat dan aplikasi
SOLIDEDGE memiliki fungsi yang kuat dalam pemodelan utuh. Keduanya cocok untuk
menganalisa elemen hingga dengan bentuk yang rumit. Model utuh 3D dipersiapkan
dengan menerapkan aplikasi SOLIDEDGE dan ditransfer ke ANSYS 14.0. Dalam
penelitian ini , kami telah mempertimbangkan masalah getaran dari kerangka
transmisi menggunakan metode FEA. Analisa elemen hingga menawarkan hasil yang
memuaskan. 20 bentuk mode getaran yang pertama telah dikalkulasikan. Eksperimen
dan analisa analitis tidak tersedia dalam literatur kerangka transmisi. Jadi,
itu merupakan analisa simulasi yang baru untuk kerangka transmisi.
Pengakuan
Para penulis berterima kasih kepada DST, New Delhi dan
Manajemen Grafis Era University, Dehradun untuk dana yang diperlukan ke arah publikasi
karya ini.
Sumber
Referensi
ANSYS R 14.5, 2013. Academic,
Structural analysis Guide.
Huang Minfeng, Jiang Yingchun,2008. Fatigue life analysis of automobile
component based on FEM. Mechanical Research and Application 21,
57-60.
Liu De-gang, HOU Weixing, WANG Fengzhou, 2004. Fatigue Life Analysis of a
Component Based on the Finite Elements Technology. Journal of The China Railway
Society 26,47-51.
Saada A, velex
P,1995. An extended model
for the analysis
of the dynamic behavior of planetary
trains. ASME Journal of Mechanical
Design 117, 241-247
SOLIDEDGE, 2006. Version 19.0.
The Metals Databook, 2008.Tata McGraw- Hill. Fourth Edition. ISBN-13:
978-0-07-462300-8
Velex P, Flamand L, 1996 . Dynamic response of planetary trains to mesh
parametric excitations. Journal of
Mechanical Design.
Transactions of the ASME 118, 7-14
Yu Li, Wu Guagnqiang. 2006 Analysis on Fatigue Life of Rear Suspension
Based on Virtual Test Tig. Computer
Aided Engineering 15, 128-130.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar