Selasa, 07 Juni 2016

Analisa Statis Support Bracket dengan Material Plain Carbon Steel

TUGAS SOFTSKILL
TEKNOLOGI INF & MULTIMEDIA #
STATIC STRUCTURAL ANALYSIS






Nama                      : Redha
NPM                       : 26412072
TemanKelompok  : 1. NurArifin
                                  2. QolilWicaksono
                                  3. Rendy Malik Dwi Pambudi

Kelas                      : 4IC04

JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

BAB 1
PRE-PROCESSING

Static Structural Analysis adalah model analisis struktur part untuk mengetahui batas kemampuan part dengan material tertentu dan menahan beban yang dikenakan kepadanya secara statis baik tekan, tarik ataupun beban puntir.

Ø  Buka file gambar yang telah dibuat dengan memilih Open kemudian pilih objek ( support bracket ) yang akan dianalisa, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini :



                                                          

Ø  Setelah itu masuk ke menu bar simulation, klik sub menu dari “Study Advisor” lalu pilih “New Study” dalam menu tersebut.




Ø  Setelah masuk pada study, isi kolom “Name” secara bebas dengan nama pilihan kita , contoh “Dragon Knight” kemudian pilih “Static” untuk tipe analisis. Setelah itu Ok.
Ø  Setelah kita pilih Ok pada tahap sebelumnya, Muncul nama analisa yaitu “Dragon Knight”.


Ø  Setelah itu pilih menu “Apply Material” pada menu bar, maka akan muncul tabel seperti diatas, dalam kasus ini saya menganalisa bahan material Plain Carbon Steel, kemudian pilih Plain Carbon Steel lalu pilih Apply dan Close tabel tersebut.
Ø  Setelah kita memilih materialnya, maka warna dari benda kerja tampak berubah karena spesifikasi bahan material yang kita pilih berbeda dengan bahan material sebelumnya.




Ø  Setelah itu, kita akan menentukan daerah atau permukaan yang dikunci atau titik tetap dari benda kerja tersebut dengan memilih menu “Fixtures Advisor” pada menu bar dan pilih sub menu “Fixed Geometry” seperti gambar diatas.


Ø  Lalu setelah itu pilih permukaan yang akan dikunci, lalu klik Ok atau ceklis, pastikan untuk pilih permukaan (face) bukan sudut atau garis sisi dari benda kerja, seperti gambar diatas.



Ø  Lalu setelah menentukan titik yang akan dikunci atau di-fix, kita harus menentukan titik yang akan menerima gaya, dengan cara memilih menu “External Loads” kemudian pilih sub menu “Force” seperti pada gambar diatas, kemudian pilih permukaan yang akan menerima gayanya.


Ø  Pada gambar diatas kita masukkan gaya (Force Value) sebesar 30 N, pilih dan ceklis “Reverse Direction” untuk menentukan arah gaya tarik,  kemudian Ok.






Ø  Kemudian kita membuat mesh dengan klik kanan pada menu "Mesh" pilih "Create Mesh”, biarkan Mesh Density dalam ukuran default, lalu klik Ok. Objek kerja akan ditampilkan seperti gambar diatas.


BAB 2
SOLVER



Ø  Setelah semua pengaturan awal static analysis dilakukan, langkah selanjutnya solver. Klik              “Run”            Tunggu hingga selesai proses.
Ø  Proses ini merupakan langkah perhitungan analisis dari subjek dengan cara perhitungan elemen per elemen pada meshing system. Langkah perhitungan yang dilakukan secara otomatis  oleh komputer dengan meggunakan model matematika lanjut (Hukum Hoke, Rumus Diferensial/Laplace serta Rumus Matriks). 
Ø 
 






BAB 3
POST-PROCESSING

Ø Hasil Static Structural Analysis Von Misses Stress




Ø  Setelah proses solving selesai hasil analisis dapat langsung dilihat. Ada 4 hasil analisis yang dapat ditampilkan, yaitu :
1.    Stress Result
2.    Displacement Result
3.    Strain Result
4.    Factor of Safety

Ø  Dari hasil analisis dapat diketahui besar tegangan maksimum yang didapatkan adalah sebesar 1343000,875 N/m2 dan tegangan minimum yang kita dapat adalah 0.000 N/m2 dengan titik kritis berada dekat dengan lengkungan yang bersentuhan dengan permukaan tengah penahan beban yang berwarna merah karena mengalami tegangan maksimum.


Ø  Dari hasil analisis dapat diketahui besar displacement maksimum yang didapatkan adalah sebesar 2.184e-002 mm dengan posisi displacement maksimum di ujung atas permukaan penahan beban. Hal ini disebabkan dari arah gaya yang dikenakan pada permukaan penahan beban saat analisisnya, dimana  akibat dari posisi beban yang telah ditentukan dan bentuk benda yang menyiku dan cukup tipis dibagian ujungnya menjadi penyebab utama sehingga titik displacement maksimum terdapat pada ujung permukaan penahan beban tersebut.


Ø  Dan dari hasil analisis dapat pula diketahui regangan maksimum pada objek, yaitu 4.533e-006, yang terjadi di tengah atas permukaan penahan beban.






Ø  Faktor Keamanan
            Pada gambar diatas, maka dapat diketahui bahwa :
·         Safety Factory Maximum = 1.643e+002 = 1.643 x 10^2
·         Safety Factory Minimum = 1.384e+015 = 1.384 x 10^15



Perhitungan faktor keamanan   (𝜂) =
Dimana :
Sy = Yield Strength. Untuk material Plain Carbon Steel diketahui sebesar
220594000,000 N/m2
σe   =           Tegangan Von Mises maksimum. Pada analisa tegangan Von Mises stress   diketahui sebesar 1343000,875 N/m2
Maka :                  (𝜂)   =  Sy/σe =  1642.5


Selasa, 19 April 2016

International Journal

Konferensi Internasional ke 3 dalam Karakterisasi dan Pemrosesan Bahan (ICMPC 2014)

Analisa Getaran Bebas dari Kerangka Transmisi Truk berdasarkan FEA
Ashwani Kumar, Himanshu Jaiswal, Avichal Pandey, Pravin P Patil

Departemen Teknik Mesin Mekanik
Universitas Graphic Era, Dehradun, India 248002

1.         Abstraksi
            Kerangka transmisi melindungi komponen-komponen gearbox. Ini memberikan rumah cairan yang rapat untuk menahan pelumas dan memberikan dukungan untuk menggerakkan komponen. Transmisi perumahan atau kegagalan rumah roda gigi (gearbox) adalah masalah utama bagi kendaraan pabrikan. Kebisingan dan getaran adalah alasan utama kegagalan. Sehingga hal itu diperlukan untuk mengurangi tingkat kebisingan dan getaran. Dalam mencegah kegagalan dari frekuensi alami dan bentuk modus alam perlu diketahui. Pada penulisan ini, analisis getaran dari rumah transmisi telah dilakukan dengan simulasi elemen hingga, menggunakan aplikasi ANSYS 14.5. Pola getaran untuk 20 mode pertama telah dipelajari. Analisa menunjukkan bahwa frekuensi alami dari getaran bervariasi dari 1306.3 Hz sampai dengan 3879 Hz. Eksitasi eksternal (rangsangan dari luar) dalam kerangka transmisi harus dihilangkan untuk mencegah keretakan pada kerangka. Alasan dari keretakan yaitu pencocokan dari frekuensi rangsangan luar ke frekuensi alami dari kerangka transmisi. Rancangan kerangka transmisi merupakan proses yang rumit. Rancangan kerangka transmisi telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi Solid Edge dan model diimpor ke dalam ANSYS 14.5 (aplikasi berbasis FEM) untuk analisa getaran.
2.         Perkenalan
            Sebuah gearbox merupakan kombinasi dari banyak roda gigi yang digunakan untuk mengirimkan energi melalui bagian yang berbeda dari kendaraan. Fungsinya serupa dengan meningkatkan torsi yang sekaligus mengurangi kecepatan.
            Rumah gearbox sering digunakan secara bergantian dengan rumah atau kerangka transmisi. Kerangka merupakan sistem yang rumit untuk perancangan dan analisa. Hal itu karena terdiri dari berbagai jenis peralatan dan peralatan lengkap yang menyebabkan getaran dan suara bising yang berlebihan.
            Transmisi mobil otomatis terdiri dari beberapa roda gigi untuk meningkatkan torsi sekaligus menurunkan kecepatan. Otomatis, manual dan variabel berkelanjutan merupakan tiga tipe transmisi yang digunakan dalam mobil otomatis. Transmisi manual merupakan rakitan gearbox yang sederhana. Transmisi manual memiliki 2 tipe yaitu hubungan geser dan hubungan konstan. Dalam transmisi manual, semua kebutuhan ditangani oleh pengemudi dan kecepatan mesin sesuai jalan yang berubah-ubah. Jika pergeseran gigi tidak tepat waktu, bentrokan mungkin terjadi. Bentrokan tersebut menghasilkan kebisingan besar selama tabrakan antar gigi gear dan tabrakan ini menyebabkan kegagalan transmisi. Sedangkan pada transmisi otomatis dan variabel berkelanjutan kurang interaksi pengemudi. Dalam transmisi, daya yang ditransmisikan dalam urutan ini - mesin, kopling, gearbox, poros prop, diferensial, poros bagian, hub dan ban. Selama daya ditransmisikan terdapat kendali yang kendur dan itu mungkin saja yang menyebabkan getaran tinggi yang dikenal juga sebagai goncangan transmisi. Itulah alasan utama bahwa perakitan gearbox dan kerangka gagal.

3.         Model CAD
            Model kerangka transmisi telah dibangun menggunakan aplikasi Solid Edge (2006). Aplikasi CAD, SOLID EDGE memiliki peralatan pembentukan (modeling) yang bagus, Oleh karena itu aplikasi ini dipilih untuk model yang solid dari kerangka transmisi. Model CAD ditunjukkan pada gambar 1. Untuk analisa getaran bebas dari berkas model padat IGES, diimpor ke aplikasi ANSYS 14.5 (2013). Gambar 2 menunjukkan model terhubung dari kerangka transmisi. ANSYS 14.5 memberikan fasilitas penghubungan (meshing) berkualitas tinggi. Model terhubung terdiri dari 2,52,786 titik dan 1,56,307 elemen. Elemen tetrahedral linear digunakan untuk proses meshing.


Gbr 1. Model utuh CAD kerangka transmisi





Gbr 2. Model kerangka transmisi yang telah di-mesh dalam ANSYS 14.5

4.         Sifat Bahan
            Geometri kompleks dari kerangka transmisi dianalisa menggunakan kondisi batas tetap. Kerangka transmisi dihubungkan dalam bingkai truk dengan baut. Kondisi tetap diterapkan dengan membatasi perpindahan nodal. Besi cor kelabu memiliki sifat redam dan selama bertahun-tahun telah digunakan sebagai bahan baku utama untuk kerangka. Kerangka memiliki dua bagian yang dikenal sebagai simestris tengah bawah dan atas sumbu poros. Sifat mekanik (elastis, modulus, rasio poisson dan kepadatan) diperlukan untuk analisa getaran bebas. Besi cor kelabu, kelas FG 260 sifat material yang dipilih untuk studi kerangka transmisi memiliki modulus elastis -1.28x10 Pa, rasio poisson -0.26, kepadatan -7200 kg/m3. The Metals Databook (2008).
5.         Hasil dan Diskusi
            FE kode-ANSYS 14.5 digunakan untuk menemukan frekuensi alami dan bentuk modus dari kerangka transmisi. Silmulasi dilakukan untuk gerak tetap yang didukung kondisi batas. Kebebasan beban dipilih oleh ANSYS itu sendiri. Aplikasi ANSYS 14.5 berdasarkan FEM memberikan 20 frekuensi alami pertama dan bentuk modus (Tabel 1). Aplikasi ANSYS memiliki kemampuan analisis yang baik. Hal ini digunakan untuk struktural, termal, magnetik, analisis getaran. Hasilnya terdiri dari tekanan, tegangan, modus dan sebagainya yang disediakan oleh ANSYS. 20 mode getaran pertama dari transmisi ditunjukkan dalam gambar 3. Dari gambar 3.1, 3 dan 5 mode merupakan getaran torsional. Getaran torsional ini dilakukan pada sisi kanan tunggal dalam kerangka transmisi. Mode 8, 10 dan 12 merupakan getaran lentur aksial. Dalam getaran lentur aksial, badan transmisi mencoba untuk membengkokkan dari garis pusat gambar 3. Mode 14 dan 17 merupakan getaran torsional. Mode 18 dan 20 merupakan getaran lentur aksial dengan getaran torsional. Kedua lentur aksial dan getaran vibrasi terjadi di bagian atas dan bawah. Dimana, baut menjadi kendur dan gagal, kerangka transmisi akan bergetar kencang dan sistem transmisi akan hancur.



Gbr 3. 10 bentuk mode berbeda dari kerangka transmisi




Tabel 1. Jumlah modus dan frekuensi alami yang sesuai



6.         Kesimpulan
            Hal ini dinyatakan bahwa rangsang getaran yang besar merupakan alasan utama kerangka transmisi gagal. Hasil analisa menunjukkan bahwa kerangka transmisi dikenakan getaran lentur aksial, getaran torsional dan lentur aksial dengan getaran torsional. Gerak kerangka transmisi dibatasi oleh batas perpindahan dari lubang baut. Aplikasi ANSYS 14.5 memiliki kemampuan analisis yang kuat dan aplikasi SOLIDEDGE memiliki fungsi yang kuat dalam pemodelan utuh. Keduanya cocok untuk menganalisa elemen hingga dengan bentuk yang rumit. Model utuh 3D dipersiapkan dengan menerapkan aplikasi SOLIDEDGE dan ditransfer ke ANSYS 14.0. Dalam penelitian ini , kami telah mempertimbangkan masalah getaran dari kerangka transmisi menggunakan metode FEA. Analisa elemen hingga menawarkan hasil yang memuaskan. 20 bentuk mode getaran yang pertama telah dikalkulasikan. Eksperimen dan analisa analitis tidak tersedia dalam literatur kerangka transmisi. Jadi, itu merupakan analisa simulasi yang baru untuk kerangka transmisi.   

Pengakuan
Para penulis berterima kasih kepada DST, New Delhi dan Manajemen Grafis Era University, Dehradun untuk dana yang diperlukan ke arah publikasi karya ini.

Sumber Referensi
ANSYS R 14.5, 2013.  Academic, Structural analysis Guide.
Huang Minfeng, Jiang Yingchun,2008. Fatigue life analysis of automobile component based on FEM. Mechanical Research and Application 21,
57-60.
Liu De-gang, HOU Weixing, WANG Fengzhou, 2004. Fatigue Life Analysis of a Component Based on the Finite Elements Technology. Journal of The China Railway Society 26,47-51.
Saada  A,  velex  P,1995. An  extended  model  for  the  analysis  of  the dynamic behavior of planetary trains. ASME Journal of Mechanical
Design 117, 241-247
SOLIDEDGE, 2006. Version 19.0.
The Metals Databook, 2008.Tata McGraw- Hill. Fourth Edition. ISBN-13: 978-0-07-462300-8
Velex P, Flamand L, 1996 . Dynamic response of planetary trains to mesh parametric excitations. Journal of  Mechanical Design.
Transactions of the ASME 118, 7-14
Yu Li, Wu Guagnqiang. 2006 Analysis on Fatigue Life of Rear Suspension Based on Virtual Test Tig. Computer

Aided Engineering 15, 128-130.